Komunikasi lintas agama dalam tradisi surohan
Kata Kunci:
Tradisi surohan, Akulturasi Budaya, komunikasi lintas agamaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk Tradisi Surohan setelah mengalami akulturasi budaya dan bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi lintas agama yang terjadi dalam Tradisi Surohan di Dusun Tutup Ngisor, Sumber, Dukun, Magelang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan penelitian kualitatif lapangan. Adapun pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dengan tokoh masyarakat, dan dokumentasi. Sedangkan dalam menganalisis data, peneliti menggunakan analisis data model interaksif Miler dan Huberman yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tradisi Surohan merupakan akulturasi budaya Jawa dengan budaya Islam yang tercermin dalam prosesi seperti Uyon-Uyon Candi, Yasinan,Kenduri, Tirakat, Sesaji, dan Pementasan kesenian. Tradisi SUrohan mengandung nilai toleransi, gotong royong, dan pelestarian budaya, yang dapat dilihat dari partisipasi seluruh masyarakat tanpa memandang perbedaan keyakinan. Pola komunikasi lintas agama terbentuk melalui lima aspek komunikasi interpersonal yakni sikap keterbukaan, sikap empati, sikap suportif, sikap positif, dan sikap kesetaraan yang dapat memperkuat kohesi sosial. Dengan demikian, Tradisi Surohan berperan tidak hanya untuk melestarikan budaya, tetapi juga membangun kerukunan lintas agama berbasis kebudayaan lokal.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rifai rifai (Penulis)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


