Strategi Komunikasi Lingkungan dalam Gerakan Sedekah Sampah Berbasis Masjid

Penulis

  • Fatikhatul Faizah ISQI Sunan Pandanaran Yogyakarta Penulis
  • Mu’tashim Billah ISQI Sunan Pandanaran Yogyakarta Penulis

Kata Kunci:

strategi komunikasi lingkungan, Muhammadiyah, Gerakan Sedekah Sampah, masjid, pengelolaan sampah, partisipasi masyarakat

Abstrak

Penutupan permanen Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Piyungan pada 2024 mempertegas urgensi pengelolaan sampah berbasis sumber dan partisipasi masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam konteks tersebut, Muhammadiyah melalui Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngaglik mengembangkan Gerakan Sedekah Sampah (GSS) berbasis Masjid Ahmad Dahlan, Rejodani, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. GSS mengelola sampah anorganik melalui kegiatan pengumpulan, pemilahan, dan penjualan secara berkala pada Ahad Pahing; hasilnya dimanfaatkan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat. Program ini juga melibatkan jamaah, warga sekitar, serta pelaku usaha lokal sebagai mitra pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi lingkungan Muhammadiyah dalam menggerakkan partisipasi masyarakat melalui Gerakan Sedekah Sampah berbasis masjid. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan penelitian lapangan. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis melalui pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan atas data mengenai pelaksanaan program, aktor yang terlibat, pesan, media, serta bentuk partisipasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GSS berbasis masjid menjadi bentuk respons Muhammadiyah terhadap krisis sampah melalui pengintegrasian nilai keislaman, kepedulian sosial, dan tindakan ekologis. Strategi komunikasi program dilakukan melalui pembingkaian pesan “ubah sampah menjadi berkah” dan “dari umat, oleh umat, untuk umat”, penggunaan masjid sebagai ruang edukasi dan pengorganisasian warga, pelibatan tokoh agama serta pengurus sebagai komunikator, penguatan kemitraan dengan masyarakat dan pelaku usaha lokal, serta pemanfaatan Instagram @gss.muhammadiyahngaglik sebagai media publikasi, dokumentasi, dan transparansi program. GSS memosisikan masyarakat bukan hanya sebagai penerima informasi, melainkan sebagai subjek yang terlibat dalam pemilahan, penyetoran, pengelolaan, dan pemanfaatan hasil sedekah sampah. Hasil penelitian ini menyampaikan bahwa agama memiliki peran signifikan dalam merespons persoalan lingkungan melalui strategi komunikasi yang partisipatif dan berbasis komunitas. Dalam kasus GSS Muhammadiyah Ngaglik, nilai teologis tentang kepedulian, keadilan, keseimbangan, dan tanggung jawab manusia terhadap lingkungan diterjemahkan menjadi praktik pengelolaan sampah yang konkret. Masjid, dalam hal ini, berfungsi sebagai simpul komunikasi lingkungan yang mempertemukan nilai keagamaan, kepentingan sosial, dan aksi kolektif masyarakat.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-15